10,11,12...
Jika dulu ia sekadar khayalan tidurku,
Jika dulu ia hanya mainan sedarku,
Dan ia hanya bualan bibirku.
10,11,12...
Jika dulu Dia hanya teman senangku,
Jika dulu Dia hanya penghibur dukaku,
Dan dulu Dia hanya penyimpan rahsiaku.
10,11,12...
Siapa tahu hari-hari ini akan tiba?
Siapa tahu semua ini jadi nyata?
Dan siapa tahu hari ini hari kita?
10,11,12...
Saat dulu aku hanya suka-suka,
Saat dulu Kita hanya teman mesra,
Dan saat dulu Dia hanya si kecewa.
10,11,12...
Siapa tahu dulu kita kenalan biasa?
Siapa tahu dari kenalan menjadi sahabat baik?
Dan siapa tahu dari situ kita menjadi teman?
10,11,12...
JIka dulu semua kisahmu jadi luka di hati aku,
Jika dulu semua ceritamu cerita hitam untuk aku,
Tapi kini, semua itu aku terima walau menjadi beban ku.
10,11,12...
Hai Sang Pencinta,
Jadilah yang setia,
Jadilah yang memahami.
10,11,12...
Sampai kita masa ini,
Masa yang dirancang dulu lagi,
Semoga ia diberkati.
10,11,12...
Jujur hati aku rindu,
Rindu kan semua kisah dulu,
Jujur hati aku rindu.
Rindu semua cerita denganmu.
10,11,12...
10 November 2012,
Itu tanggal kita bersamakan..?
28 Oktober 2013,
Dan ini tanggal cincin disarungkan.
10,11,12...
Bayangan cinta semalam belum lagi suram,
Semakin hari semakin mendalam,
Dan sama juga dengan hari-hari yang mendatang.
10,11,12...
Dan ingin aku luahkan,
Wahai "Sang Donut" yang selalu aku mimpikan,
....... sudikah engkau menjadi isteriku ???
- coretan Cik Razi
Monday, 28 October 2013
Tuesday, 16 July 2013
Isi Hati . .
Bismillahirahmanirahim . . .
Ramadhan . . .
Jika dulu, ia jadi ketakutan sewaktu umur belum cukup dewasa untuk mengenal apa itu erti dunia, apa itu erti kehidupan. Sekarang, semua berubah. Menjejak ke alam dewasa, Ramadhan itu bulan yang dinanti-nanti. Ramadhan itu bulan rahmat, semua babak di dalamnya pasti ada suatu pengajaran dan akan membawa kebaikan.
Ramadhan . . .
Jika Ramadhan yang dulu, buat kita kenal siapa diri ini. Ramadhan kali ini pasti membuahkan babak yang lebih manis dari Ramadhan yang dulu. Ramadhan dulu titik bermula babak pertama, semua menjadi kenangan yang jika dibukukan pasti menjadi satu karya yang boleh disejarahkan kepada kerabat di masa hadapan.
Ramadhan . . .
Telah disebut apa yang dirancang, dan telah diimpikan hasil yang mendatang. Mungkin kamu yang mengenal diri, kamu yang selalu menahan tubuh ini dari rebah, kamu pasti lebih mengerti.
Ramadhan . . .
Melaluinya kita bertemu, melaluinya kita mengenal isi hati, dan melaluinya kita merancang apa yang lebih baik dan diredai. Jika dulu, kita berkawan, tapi Ramadhan ini, akan jadi permulaan kehidupan. Jika Ramadhan dulu sedia berkawan, Ramadhan ini, Bismillahirahmanirahim . . aku sedia menjadi yang halal untukmu . . .
Ya Allah, permudahkanlah urusan hambamu ini, kukuhkanlah masjid yang ingin hambamu ini dirikan. Warnailah ia dengan warna dunia dan lindungi lah ia dengan keberkatan. Ya Allah, andai dia benar ditakdirkan denganku, maka permudahkanlah, permudahkanlah. amiin . .
Ramadhan . . .
Hari ini aku mengunggu, hari ini dengan penuh kesabaran. Kesabaran menempuhi semua liku kehidupan. Mungkin suatu yang memenatkan bagi insan yang kerdil seperti aku. Dan mungkin ia diperlihat remeh bagi golongan yang setengah abad. Tapi aku bersyukur kau ada dengan ku, ada menemani dan meniup semangat kedalam diriku. .
Bersabarlah duhai hati, semua itu hanya dugaan, dugaan dalam kehidupan. Tiada pengalaman jika tiada dugaan dan tiada pelajaran jika tiada kegagalan. Semua hati pasti merasai jika dugaan itu suatu dugaan yang melukakan.
Duhai Sayang, engkau tahu isi hati aku. Hari ini aku sudah sedia. Aku tunggu apa hatimu sudah sedia menerimaku sebagai yang halal bagimu ? Apa kamu sudah rasa aku yang terbaik untuk mu ? Apa aku terpahat di dalam hati mu ? Percayalah, soalan ini jika ditanya kepadaku, pasti jawapannya 'ya'. Dan kamu juga tahu apa dalam isi hati aku . . . . .
- coretan Cik Razi
Siapakah Dirimu ?
Siapakah Dirimu ?
Selalu ada dekat denganku,
Selalu ada disampingku,
Selalu ada menemaniku.
Siapakah Dirimu ?
Apa yang aku cari?
Siapa yang aku cari?
Bagai si gila terus mencari.
Siapakah Dirimu ?
Aku jadi berkeliaran,
Aku ada satu,
Aku ada dia,
Kami itu satu.
Siapakah Dirimu ?
Lihat bulan malam,
Dengar hembus angin,
Terus hati terbayang,
Tapi tertanya, siapakah dirimu?
Siapakah Dirimu ?
Aku merasa dia berhampiran,
Dia tidak kelihatan, tapi wangiannya dapat dirasai,
Siapakah Dirimu ?
Satu kata pasti,
Aku jadi si banduan cinta,
Terasa tiada bebas jika tiada kenal siapakah dirimu?
Siapakah Dirimu ?
Dan dia tiba di malam itu,
Dia tiba di mimpiku,
Dan berjanji selalu bersamaku,
Selalu ada di dalam hatiku.
Siapakah Dirimu ?
Rasakan gerak hati ini,
Gerak hati terus ingin memiliki,
Memiliki tiada yang lain,
Hanya ingin memiliki dirimu.
Siapakah Dirimu ?
Engkau datang bawa nafas,
Nafas baru tika kelelahan,
Datang dan datang jangan engkau pergi,
Temani hati dan sayangi diri ini . . .
- coretan "keling" Cik Razi
Selalu ada dekat denganku,
Selalu ada disampingku,
Selalu ada menemaniku.
Siapakah Dirimu ?
Apa yang aku cari?
Siapa yang aku cari?
Bagai si gila terus mencari.
Siapakah Dirimu ?
Aku jadi berkeliaran,
Aku ada satu,
Aku ada dia,
Kami itu satu.
Siapakah Dirimu ?
Lihat bulan malam,
Dengar hembus angin,
Terus hati terbayang,
Tapi tertanya, siapakah dirimu?
Siapakah Dirimu ?
Aku merasa dia berhampiran,
Dia tidak kelihatan, tapi wangiannya dapat dirasai,
Siapakah Dirimu ?
Satu kata pasti,
Aku jadi si banduan cinta,
Terasa tiada bebas jika tiada kenal siapakah dirimu?
Siapakah Dirimu ?
Dan dia tiba di malam itu,
Dia tiba di mimpiku,
Dan berjanji selalu bersamaku,
Selalu ada di dalam hatiku.
Siapakah Dirimu ?
Rasakan gerak hati ini,
Gerak hati terus ingin memiliki,
Memiliki tiada yang lain,
Hanya ingin memiliki dirimu.
Siapakah Dirimu ?
Engkau datang bawa nafas,
Nafas baru tika kelelahan,
Datang dan datang jangan engkau pergi,
Temani hati dan sayangi diri ini . . .
- coretan "keling" Cik Razi
Sunday, 24 March 2013
Hari Ini Hari Aku . .
Bismillahirahmanirahhim . . .
Akirnya genap umur aku 21 tahun, dan aku dah boleh daftar untuk mengundi. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah . . .
Flashback balik kisah befday aku tahun lepas, semuanya suram, sedih penuh duka. Tahun lepas sambut befday dalam hospital di sisi ayahanda. Tapi tahun ni, semua OK. Ok jah ko ? Lebih dari tu, biar aku simpan dalam memori aku sendiri.
Ehem, ehem . . Aku dapat jam baru, si dia yang bagi. Eh Kak Ton ! Kau Ade ? hahahaha !
Kalau tahun ni, sempat jugak aku nak sambut walau pun tak larat sebab kerja, tapi dah memang befday aku, jadi semangat la. Tapi sampai saat ni, aku terselamat lagi dari malapetaka birthday prank dari puak-puak yang dah lama dendam dengan aku. Tak tau lah esok-esok kena jugak, nasiblah.
Nak berpuitis untuk befday aku, tapi tak beridea, otak beku sebab duduk dalam peti lama sangat. Sampai tangan pon krem.
Aku, Engkau . .
Kita sama-sama ada cita-cita,
Cita-cita kita semua yang suka gembira,
Aku, Engkau . .
Tanpa engkau tak lengkap cita-cita,
Tanpa engkau hilanglah cinta dunia.
Aku, Engkau . .
Kalau dibahaskan ia perlu menjadi nyata,
Kerna tiada bahasaku membabi buta.
Aku, Engkau . .
Suatu dulu tahun-tahunku berlalu dengan duka,
Menjelang kini semua duka menjadi suka.
Aku, Engkau . .
Banyak dikorbankan antara kita berdua,
Tapi tiada apa kerna saling-saling memikulnya.
Aku, Engkau . .
Memang banyak sejarah derita bersama si pendusta,
Tapi itu semua harus dihapuskan kita.
Aku, Engkau . .
Syukur engkau dikirimkan Yang Maha Esa,
Mengubah aku dari yang lara kepada yang berwibawa.
Aku, Engkau . .
Genap aku 21 tahun di dunia,
Mengejar akhirat dan juga dunia,
Bersama engkau aku berdoa,
Akan bersama kita capai bahagia . . . .
Satu, satu hari aku . .
Dua, dua hari engkau . .
Tiga, tiga hari kita . .
Satu, Dua, Tiga . .
Aku Sayang Engkau . . .
- coretan Cik Razi
Tuesday, 26 February 2013
Titian Perjalanan . .
Bismillahhirahmanirahim . .
Kehidupan . . .
Jelas untuk sumo ore kehidupe tu hok kito sumo lalu hari-hari sapa ko mati. Serumo jadi ikut kehendak hati masing-masing. Supo ore rama-rama, kalu niat di hati nok jadi molek, dengan bekale usoho capo tawakal insyaALLAH jadi molek. Tapi, kalu bendo tuh sekadar niat di hati, tanpo usaha dan tawakal, sumo tu hanyo omong kosong, hanyo ange-ange.
Kehidupan . . .
Jelas dan nyato untuk kito, ange-ange tu tok selalu supo nga kenyatae, sama ado koho molek atau sebaliknyo. Kato ore tuo, kalu nok berange biar berpado-pado cukup ange-ange sebelum tido jah, wat jadi hibure hile stress seharie wat kijo. Tapi, denga ange-ange lah ado kalonyo wat kito sumo makhluk ALLAH ni jadi bersemangat nok wat kijo-kijo harie, bersemangat capa cito-cito hok diingini.
Kehidupan . . .
Jelas hidop ni keno ado cito-cito. Sama ado cito-cito jangko maso pendek atau pun jangko maso panje sumo atah keingine masing-masing. Mugo diri masing-masing hak milik sendiri, buke ore laen hok tentu melainke kalu kito masih kecik, masih belum akil baligh, masih belum matang.
Kehidupan . . .
Jelas bagi setiap umat manusio kematangan tu penting dale tentuke keputuse, dale penyelesaian masaaloh, dale kehidupe kito hari-hari. Tapi ramai ore anggap bahawo kematangan ni diukur berdasarke umur individu, itu sumo pendapat masing-masing. Tere-tere bendo tu saloh, kematangan ni ditentuke oleh pengalame. Untung bagi seseore manusio tu sebab pengalame, sebab kesulite hok pernoh dio lalui sepanje hayatnya. Kade-kade ore omo 21 tahun lagi cerdik banding denga ore hok umo 41 tahun. Pengalame ni anugerah Ilahi, buke sumo ore dapat. Pengalame ni samo jugok nok dikatokan sebagai cikgu perjalane kehidupe kito sumo sebagai umat manusio hok hidup atah bumi Allah ni.
Kehidupan . . .
Pilih kehidupan sendiri, itu untuk diri sendiri tok perlu kito nok berlagak lebih dari kemampuan kito, hanya perlu bersyukur denga hok ado. Syukur sajo tok jadi jugok, tapi tiap-tiap saat kito keno usaha bia sumo hok kita lalui jadi lebih baik, lebih baik dari dulu, lebih baik dari semale dan jugok untuk hari-hari akan date. Tadah tange, kuat memohon kepada Ilahi, agar Titian Perjalanan kito sumo sempurna dunia dan akhirat . . .
Amin ~~
- coretan Cik Razi
Monday, 25 February 2013
Cerita KIta, Cerita Suka, Cerita Duka . .
Bismillahirahmanirahim . .
Cerita selalu dikarang,
Cerita selalu direka,
Dan cerita juga selalu dibelitkan.
Semua cerita berbeza untuk setiap insan.
Cerita mereka bersama impian mereka.
Ada yang bercerita sedih,
Ada yang bercerita gembira.
Kalau cerita ini sudah tahu penghujungnya,
Kenapa perlu lagi hidup?
Semua cerita setiap insan tiada penghujunya melainkan mati,
Jika cerita malam ini tidur,
Cerita esok pagi ia pasti bangun,
Berturutan sehingga hujung nyawa.
Kita punya cerita sendiri,
Cerita tentang kehidupan hari-hari,
Cerita yang tiada penghujung pasti,
Cerita gembira diharap pasti.
Cerita kita dahulunya tiada warna-warni,
Hanya hitam dan putih menyelubungi,
Tiba saat 'pelukis' datang mewarnai,
Dari suram, terus bewarna lagi.
'Pelukis' itu orangya seperti kita,
Pandai bertutur dan berkata-kata,
Dan bisa mengambil hati orang tua,
Dan taat juga pada agamanya.
Seperti kalian semua,
Cerita kita juga ada dukanya,
Tidak selalu berduka,
Seperti yang lain ada ketawanya.
Cerita kita sangat indah,
Kekadang hijau, kekadang merah.
Cerita dulu sangat menyakitkan,
Tapi sekarang semua berlainan,
Menadah tangan tanda kesyukuran,
Kepada Allah kita panjatkan.
'Pelukis' itu sama seperti kita,
Ada banyak kurang dan lebihnya,
Bukan itu yang kita fikirkan,
Tetapi kebahagiaan yang diimpikan.
Walau selalu bercakaran,
Walau selalu berkasaran,
Ia bukan satu kesilapan,
Tapi ia satu kelainan.
Aku, Engkau itu kelainan,
Sayang-2 itu kebiasaan,
Dari selalu baik jarangkan,
Pasti nanti dirasakan.
Kita tidak pandai berkata-kata,
Hanya mengarang itu kelebihan.
Walau kita nampak garang,
Walau kita selalu berang,
Percayalah sayang,
Itu bukan tanda kita tak sayang.
Pergi-pergi orang menghalang,
Hanya tinggal orang mendukung,
Tiada sudah mulut orang,
Hanya kesabaran yang dijunjung.
Kalau ada masa yang panjang,
Ingin kita menemukan,
Semua orang yang menghalang,
Biar semua dapat pengajaran.
Bukan kita jenis amarah,
Tapi kita menegakkan hak.
Wahai si 'pelukis',
Setialah selamanya untuk berkarya,
Hanya itu yang kita masa hidup berhabis,
Tolong warnakannya setiap masa.
- coretan Cik Razi
Monday, 11 February 2013
Solat Sunnat Selepas Ijab Qabul
Sunnah selepas Ijab Qabul :
- Melakukan solat sunat 2 rakaat berjemaah suami dan isteri.
Cara untuk mengerjakannya ialah:
- Lafaz niatnya : “Usolli sunnata ba’dan nikahi rak’ataini lillahi Ta’ala”Allahu Akbar”: Sahaja aku solat sunat sesudah nikah dua rakaat kerana Allah Ta’ala”
- Rakaat pertama : Membaca surah Al-Faatihah dan surah Al-Kafiruun’
- Rakaat kedua : Membaca surah Al-Faatihah dan surah Al-Ikhlas
- Membaca doa berikut selepas salam:
“YA Allah, Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji-pujian bagi-Mu, seru sekalian alam. Ya Allah, aku bersykur kepada-Mu, telah selesai pernikahanku ini, kami memohon pada-Mu Ya Allah Engkau berkatilah pernikahan –ku ini. Engkau jadikanlah aku dan isteriku orang-orang yang soleh.
Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, pada-Mulah kami memohon pertolongan. Engkau anugerahkanlah padaku isteri/suami yang soleh, Engkau berikanlah akan daku dan isteriku petunjuk dan hidayah agar kami sentiasa di dalam keredhaan-Mu dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus sepanjang hidup kami. Engkau berikanlah kami kekuatan untuk memimpin isteri dan anak-anak kami ke jalan yang Engkau redhai. Engkau mesrakanlah kami, bahagiakanlah kami sebagaimana Nabi Muhammad s.a.w dan Siti Khadijah, Nabi Yusuf dengan Zulaikha, Nabi Adam dan Hawa.
Engkau anugerahkanlah padaku dan isteriku anak-anak yang ramai dan soleh. Engkau anugerahkanlah kami kesihatan dan kesejahteraan pada isteri/suami dan anak cucu kami sepanjang hayat kami dan sepanjang hayat mereka. Engkau peliharalah kami daripada perkara-perkara yang boleh merosak kemesraan dan kebahagiaan rumah tangga kami”
“Ya Allah ,Ya Rahman, Ya Rahim, Engkau anugerahkanlah kepada kami akan rezeki yang suci dan baik, lindungilah kami dari mendapat rezeki yang keji dan haram. Engkau jadikanlah aku, isteriku/suamiku dan anak-anak kami orang yang rajin mengerjakan solat dan bertaqwa. Engkau berikanlah petunjuk dan jalan sekiranya aku, isteri/suami dan anak-anak ku menyimpag ke jalan yang tidak Kau redhai. Engkau anugerahkanlah padaku, isteri/suami dan keturunan kami kekuatan dan keimanan untuk berbuat baik dan amal soleh sepanjang hayat kami. Engkau peliharalah kami, isteri/suami, anak-anak dan cucu-cucu kami dari sebarang mara bahaya,fitnah,dan malapetaka yang tidak diingini samaada yang lahir mahupun yang batin”
“Ya Allah,Engkau berkatilah umur kami, isteri/suami kami, anak-anak kami, cucu-cucu kami sehinggalah akhir hayat kami dan mereka. Engkau peliharalah kami, isteri/suami kami, anak-anak kami, cucu-cucu kami agar menjadi orang yang taat kepada-Mu Ya Allah, kepada kedua ibubapanya dan taat mengerjakan perintah-Mu dan taat dalam menjauhi larangan-Mu”
“Bahagiakanlah rumah tangga kami Ya Allah,(3 kali),
Engkau berkatilah rumahtangga kami Ya Allah (3 kali)”
Amin ya rabbal a'lamin.
- coretan Cik Razi
Tuesday, 1 January 2013
2012 Dan Ceritanya . .
Akhirnya, sampai penghujung untuk tahun 2012. Tahun yang penuh suka duka untuk kehidupan aku. Tapi kerana ini lah aku menjadi lebih matang dari siapa diri aku yang dahulu. Mungkin dulu aku hanya seorang remaja yang hanya kenal erti keseronokan dan hanya mengharapkan sesuatu bergolek dan datang dengan sendiri menghadap aku.
Setelah setahun, aku belajar semua erti kehidupan dan ia telah mengubah total hidup aku. Aku lebih bijak dari diri aku sebelum ini. Aku seorang pemimpin untuk semua aspek dalam kehidupan aku, untuk bisness aku, untuk keluarga aku dan untuk Si Dia. Jika diingatkan saat dahulu, aku hanya seorang yang kecundang. Tahun 2011 banyak melekakan aku sehinggalah muncul 2012 yang banyak memberiku peluang memperbetulkan semua kesilapan lampau aku. Kesilapan aku terhadap keluarga aku, terhadap bisnes keluarga aku.
Aku beruntung, di saat aku berduka kehilangan seseorang, di kirim-Nya seorang insan yang dapat memberi aku semangat walau telah kerap aku ingin berputus asa. Semuanya kerana aku berfikir sudah tamat zaman "jahiliah" dulu, ini sudah zaman perubahan. "Dunia dah berubah, orang dah maju"!
Tahun 2012 menghadiahkan banyak erti kehidupan untuk aku, keluarga aku telah bersatu kembali. Aku sudah diterima kembali dalam keluarga aku dan mereka memberikan kepercayaan sepenuhnya untuk aku, kepercayaan untuk menguruskan perniagaan yang telah lama keluarga aku usahakan. Alhamdulillah, telah lama bakat aku sebagai bisnesman aku pendam, akhirnya tiba masa untuk aku curahkan.
Saat remaja lain leka, saat itulah aku bangkit dari kelaraan aku, bangkit mencapai cita-cita aku dan keluarga aku. Aku lihat kesungguhan ayah, kesungguhannya membela aku, aku banyak berdosa ke atas keluarga aku. Aku anak harapan mereka! Aku anak sulung mereka! Tapi apa yang dapat aku hadiahkan untuk orang tua aku? Tapi aku bersyukur, tahun 2012 telah memberi aku peluang untuk menebus segalanya. Alhamdulillah! 2012 itu tahun untuk aku!
Untuk tahun 2013, aku berharapkan sesuatu yang diluar jangkaan aku. Aku berharapkan cita-cita ayah dan aku dapat dicapai. Untuk keluarga dan perniagaan aku.
Tahun 2013 banyak perancangan, jika ada rezeki aku, kejinjang pelamin lah aku hujung tahun ini. Aku doakan semua berjalan lancar mengikut perancangan aku. Ayah dan Ibu restui hubungan aku dan mereka mengharapkan kami cepat disatukan. Alhamdulillah, pilihan aku kali ini tepat, memang tepat sehinggakan ayah yang selama ini tidak pernah setuju dengan pilihan aku tersenyum melihat Si Dia. Dalam hati aku gembira yang teramat sangat. Tidak dapat aku luahkan.
Untuk Si Dia, aku sayangkan engkau lebih dari apa yang kau pernah tahu dan aku harapkan semua rancangan kita lancar seperti apa yang kita rancangkan sayang. Terima kasih untuk 2012, kau memberi warna baru untuk hidup aku, walaupun aku selalu ego, selalu kasar tapi jauh disudut hati aku, aku menghargai segala pengorbanan kau, jauh disudut hati aku, aku cintakan kau. Uhibbuki Fillah!
Untuk tahun ini, kita lalui dengan baik, lebih baik dari tahun 2012. Semua dugaan aku akan selalu dengan kau, semua kepedihan akan aku ubatkan, semua kesedihan akan aku tawakan. Itu janji aku untuk engkau sayang. . .
May Allah bless me, happy new year !
-coretan Cik Razi
Subscribe to:
Posts (Atom)









