Tuesday, 16 July 2013

Isi Hati . .

Bismillahirahmanirahim . . .

Ramadhan . . .

Jika dulu, ia jadi ketakutan sewaktu umur belum cukup dewasa untuk mengenal apa itu erti dunia, apa itu erti kehidupan. Sekarang, semua berubah. Menjejak ke alam dewasa, Ramadhan itu bulan yang dinanti-nanti. Ramadhan itu bulan rahmat, semua babak di dalamnya pasti ada suatu pengajaran dan akan membawa kebaikan. 

Ramadhan . . .

Jika Ramadhan yang dulu, buat kita kenal siapa diri ini. Ramadhan kali ini pasti membuahkan babak yang lebih manis dari Ramadhan yang dulu. Ramadhan dulu titik bermula babak pertama, semua menjadi kenangan yang jika dibukukan pasti menjadi satu karya yang boleh disejarahkan kepada kerabat di masa hadapan.

Ramadhan . . .

Telah disebut apa yang dirancang, dan telah diimpikan hasil yang mendatang. Mungkin kamu yang mengenal diri, kamu yang selalu menahan tubuh ini dari rebah, kamu pasti lebih mengerti. 

Ramadhan . . .

Melaluinya kita bertemu, melaluinya kita mengenal isi hati, dan melaluinya kita merancang apa yang lebih baik dan diredai. Jika dulu, kita berkawan, tapi Ramadhan ini, akan jadi permulaan kehidupan. Jika Ramadhan dulu sedia berkawan, Ramadhan ini, Bismillahirahmanirahim . . aku sedia menjadi yang halal untukmu . . .


Ya Allah, permudahkanlah urusan hambamu ini, kukuhkanlah masjid yang ingin hambamu ini dirikan. Warnailah ia dengan warna dunia dan lindungi lah ia dengan keberkatan. Ya Allah, andai dia benar ditakdirkan denganku, maka permudahkanlah, permudahkanlah. amiin . .

Ramadhan . . .

Hari ini aku mengunggu, hari ini dengan penuh kesabaran. Kesabaran menempuhi semua liku kehidupan. Mungkin suatu yang memenatkan bagi insan yang kerdil seperti aku. Dan mungkin ia diperlihat remeh bagi golongan yang setengah abad. Tapi aku bersyukur kau ada dengan ku, ada menemani dan meniup semangat kedalam diriku. .

Bersabarlah duhai hati, semua itu hanya dugaan, dugaan dalam kehidupan. Tiada pengalaman jika tiada dugaan dan tiada pelajaran jika tiada kegagalan. Semua hati pasti merasai jika dugaan itu suatu dugaan yang melukakan. 

Duhai Sayang, engkau tahu isi hati aku. Hari ini aku sudah sedia. Aku tunggu apa hatimu sudah sedia menerimaku sebagai yang halal bagimu ? Apa kamu sudah rasa aku yang terbaik untuk mu ? Apa aku terpahat di dalam hati mu ? Percayalah, soalan ini jika ditanya kepadaku, pasti jawapannya 'ya'. Dan kamu juga tahu apa dalam isi hati aku . . . . .




- coretan Cik Razi


Siapakah Dirimu ?

Siapakah Dirimu ?

Selalu ada dekat denganku,

Selalu ada disampingku,
Selalu ada menemaniku.

Siapakah Dirimu ?


Apa yang aku cari?

Siapa yang aku cari?
Bagai si gila terus mencari.

Siapakah Dirimu ?


Aku jadi berkeliaran,

Aku ada satu,
Aku ada dia,
Kami itu satu.

Siapakah Dirimu ?


Lihat bulan malam,

Dengar hembus angin,
Terus hati terbayang,
Tapi tertanya, siapakah dirimu?

Siapakah Dirimu ?


Aku merasa dia berhampiran,

Dia tidak kelihatan, tapi wangiannya dapat dirasai,

Siapakah Dirimu ?


Satu kata pasti,

Aku jadi si banduan cinta,
Terasa tiada bebas jika tiada kenal siapakah dirimu?

Siapakah Dirimu ?


Dan dia tiba di malam itu,

Dia tiba di mimpiku,
Dan berjanji selalu bersamaku,
Selalu ada di dalam hatiku.

Siapakah Dirimu ?


Rasakan gerak hati ini,

Gerak hati terus ingin memiliki,
Memiliki tiada yang lain,
Hanya ingin memiliki dirimu.

Siapakah Dirimu ?


Engkau datang bawa nafas,

Nafas baru tika kelelahan,
Datang dan datang jangan engkau pergi,
Temani hati dan sayangi diri ini . . .




- coretan "keling" Cik Razi