Bismillahirahmanirahim . .
Cerita selalu dikarang,
Cerita selalu direka,
Dan cerita juga selalu dibelitkan.
Semua cerita berbeza untuk setiap insan.
Cerita mereka bersama impian mereka.
Ada yang bercerita sedih,
Ada yang bercerita gembira.
Kalau cerita ini sudah tahu penghujungnya,
Kenapa perlu lagi hidup?
Semua cerita setiap insan tiada penghujunya melainkan mati,
Jika cerita malam ini tidur,
Cerita esok pagi ia pasti bangun,
Berturutan sehingga hujung nyawa.
Kita punya cerita sendiri,
Cerita tentang kehidupan hari-hari,
Cerita yang tiada penghujung pasti,
Cerita gembira diharap pasti.
Cerita kita dahulunya tiada warna-warni,
Hanya hitam dan putih menyelubungi,
Tiba saat 'pelukis' datang mewarnai,
Dari suram, terus bewarna lagi.
'Pelukis' itu orangya seperti kita,
Pandai bertutur dan berkata-kata,
Dan bisa mengambil hati orang tua,
Dan taat juga pada agamanya.
Seperti kalian semua,
Cerita kita juga ada dukanya,
Tidak selalu berduka,
Seperti yang lain ada ketawanya.
Cerita kita sangat indah,
Kekadang hijau, kekadang merah.
Cerita dulu sangat menyakitkan,
Tapi sekarang semua berlainan,
Menadah tangan tanda kesyukuran,
Kepada Allah kita panjatkan.
'Pelukis' itu sama seperti kita,
Ada banyak kurang dan lebihnya,
Bukan itu yang kita fikirkan,
Tetapi kebahagiaan yang diimpikan.
Walau selalu bercakaran,
Walau selalu berkasaran,
Ia bukan satu kesilapan,
Tapi ia satu kelainan.
Aku, Engkau itu kelainan,
Sayang-2 itu kebiasaan,
Dari selalu baik jarangkan,
Pasti nanti dirasakan.
Kita tidak pandai berkata-kata,
Hanya mengarang itu kelebihan.
Walau kita nampak garang,
Walau kita selalu berang,
Percayalah sayang,
Itu bukan tanda kita tak sayang.
Pergi-pergi orang menghalang,
Hanya tinggal orang mendukung,
Tiada sudah mulut orang,
Hanya kesabaran yang dijunjung.
Kalau ada masa yang panjang,
Ingin kita menemukan,
Semua orang yang menghalang,
Biar semua dapat pengajaran.
Bukan kita jenis amarah,
Tapi kita menegakkan hak.
Wahai si 'pelukis',
Setialah selamanya untuk berkarya,
Hanya itu yang kita masa hidup berhabis,
Tolong warnakannya setiap masa.
- coretan Cik Razi




0 ulasan:
Post a Comment